Diduga Tak Transparan, Kades Tambak Agung Diadukan Gubernur

foto:istimewa KALIORI - republika-news.com, Diduga kurang transparan dalam pengolaan keuangan Desa, seorang warga di Desa Tambak Agung Keca...

Diduga Tak Transparan, Kades Tambak Agung Diadukan Gubernur
foto:istimewa

KALIORI - republika-news.com, Diduga kurang transparan dalam pengolaan keuangan Desa, seorang warga di Desa Tambak Agung Kecamatan Kaliori nekat mengadukan Kadesnya kepada Gubernur Jawa Tengah.

Parem salah satu warga asal Desa Tambak Agung Kecamatan Kaliori, membuat surat aduan kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Menurutnya laporan tersebut dibuat berdasarkan adanya ketidak transparanan dalam sejumlah proyek dan pengelolaan keuangan di desa.

Menurut keterangan Parem, surat yang dikirimkan kepada Gubernur pada tanggal 24 Maret 2017 itu ditembuskan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Jawa Tengah, Kepala Kejaksaan Agung Jakarta, Presiden RI Joko Widodo, Gubernur Jawa Tengah, dan Bupati Rembang H Abdul Hafidz.

Dari surat pengaduannya tersebut, Parem mengaku sudah di panggil oleh pihak Inspektorat Rembang untuk dimintai keterangan pada hari jum'at (07/04/2017) belum lama ini.

"Saya baru dimintai pihak inspektorat Rembang mas, untuk dimintai keterangan. Ya sejak 15 hari yang lalu, saya mengirimkan surat kepada Gubernur Ganjar Parnowo" jelasnya.

Sejumlah permasalahan yang di adukan Parem diantaranya, retribusi pasar Kaliori yang disebutnya takjelas kemana arah uangnya, Uang tukar guling sebesar Rp50 juta yang diterima panitia Desa pada tahun 2009 juga masuk dalam daftar laporan, selain itu, Uang lelang tanah desa ( bondo deso ) yang sejak pertama kali menjabat pada 2009 tak pernah ada pertanggung jawaban yang jelas.

Selain itu ADD tahun 2010 - 2015 juga diduga ada unsur rekayasa SPJ didalamnya. Dana Desa tahun 2016 juga masuk dalam daftar aduan karena dinilai tidak tepat dalam penggunaan juga diprotes warga.

Selain itu, pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) juga disebut dalam laporan, karena dinilai ada unsur nepotisme didalamnya.


Dari ketarangan warga setempat, ada beberapa proyek desa yang dinilai bermasalah, salah satunya pembangunan embung yang sudah merugikan seorang warga hingga 6 juta. Awalnya sawah warga setempat yang bernama Pardi diuruk dengan batu grosok untuk mobilisasi alat berat selama proses pembangunan tersebut, dan dijanjikan akan mendapatkan ganti rugi.

Setelah proyek embung selesai, urukan tanah sepanjang 25 meter dengan lebar 8 meter, dibiarkan begitu saja. Saat ditanya ganti rugi, Kepala desa menyebut tak ada ganti rugi.

Pemilik sawah terpaksa mengeluarkan biaya sendiri untuk mengembalikan tanah yang sudah diuruk dengan menggunakan bebatuan tersebut, seperti sediakala. Saat ini, embung yang berada di tengah persawahan sebelah selatan Desa Tambak Agung tidak mempunyai akses jalan yang layak.


Sementara itu, Kepala Desa Tambak Agung Ponco Supriadi saat dikonfirmasi membantah semua tuduhan tersebut. Ia berdali, apa yang dilakukan selama ini sudah sesui dengan aturan yang berlaku.

Ia juga mengakui, jika sudah dipanggil di Inspektorat Kabupaten Rembang untuk dimintai keterangan.

" Saya yang jelas membantah semua tuduhan tersebut. Apa yang saya lakukan sudah sesui dengan aturan yang berlaku " bantahnya. ( Ai / Sy ) 

Baca Juga

Utama 7798653082650974937

Post a Comment

Comments
0 Comments

emo-but-icon

LIVE RADIO CBFM

item