Permasalahan Jalan Lingkar, Pemkab Rembang Eksekusi 2019

foto: istimewa REMBANG – republikas-news.com, Pemerintah Kabupaten Rembang rencanakan tahun 2019 Jalur Lingkar Selatan (JLS) Rembang terban...

foto: istimewa

REMBANG – republikas-news.com, Pemerintah Kabupaten Rembang rencanakan tahun 2019 Jalur Lingkar Selatan (JLS) Rembang terbangun. Pasalnya, saat ini dokumennya sudah jadi dan memasuki tahapan uji kelayakan atau feasibility study (FS).

Bupati Rembang Abdul Hafidz mengaku, jalur lingkar nantinya memanjang mulai dari Desa Banyudono Kec. Kaliori sampai dengan Desa Bonang Lasem. Panjangnya jalur lingkar, diperkirakan mencapai 25 kilo meter, dengan lebarnya 21 meter. Total, luas lahan masyarakat yang harus dibebaskan berkisar 100 hektar.

Bupati menambahkan, titik lahan yang akan menjadi jalur lingkar, masih dirahasiakan. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi para calo dan spekulan tanah, agar harga tanah tetap stabil.

Bupati juga menjelaskan, kendala terberat adalah pembebasan lahan. Jika menghadapi halangan seperti itu, menurut Bupati alternatif terakhir pemerintah terpaksa menerapkan konsinyasi.

 Sebagaimana aturan yang berlaku, ketika tanah dijadikan untuk kepentingan umum, maka rakyat wajib tunduk. Tekhnisnya, uang pembelian tanah dititipkan kepada Pengadilan Negeri Rembang.

Pengadilanlah yang bertugas mengeksekusi lahan. Seperti halnya pembebasan lahan di Perusahaan Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sluke, memakan waktu sampai 3 tahun dan sempat berlangsung proses konsinyasi. (Ai / Sy)

Baca Juga

Utama 215426187014642981

Post a Comment

Comments
0 Comments

emo-but-icon

LIVE RADIO CBFM

item