Nelayan Cantrang Diminta Buat Komitmen

Kapal Cantrang di Rembang belum berangkat Rembang – Nelayan dengan kapal beralat tangkap cantrang diperbolehkan kembali melaut, selagi memb...

Kapal Cantrang di Rembang belum berangkat
Rembang – Nelayan dengan kapal beralat tangkap cantrang diperbolehkan kembali melaut, selagi membuat komitmen untuk berganti alat tangkap ramah lingkungan seperti gillnet.

Menurut nelayan, terserah mau memilih gillnet atau alat lain, asal bukan cantrang. Bila sudah berganti alat tangkap, maka karena kapal mereka di atas 30 GT, akan diarahkan melaut ke Laut Aru atau Natuna.

“Selama ini, perairan-perairan seperti Laut Aru, Sulawesi, dan Natuna diisi oleh kapal-kapal asing. Kapal asing ini sekarang tidak ada lagi,” katanya di Rembang.

Ketika dikonfirmasi mengenai pernyataan pengalaman nelayan yang rugi bila melaut menggunakan gillnet, mantan Sekjen Kementerian Pertahanan RI ini menyebut tidak ada alasan.

“Sebab kapal lain yang telah berganti alat tangkap dan beroperasi di Laut Aru, Sulawesi, dan Natuna; sudah dapat hasil. Hanya memang karena nelayan belum terlatih dan memasuki zona tidak nyaman,” katanya.

Menurut Widodo, nelayan cantrang sudah terbiasa tinggal lempar jaring lalu tarik. Hasilnya bisa enam ton, tapi satu ton di antaranya merupakan ikan-ikan kecil dan dibuang, termasuk terumbu karang.

Widodo menambahkan, cantrang dipakai oleh kebanyakan nelayan di Jawa Tengah dan di Jawa Timur. Ia menyebut, nelayan pemakai cantrang hanya di sebagian kecil wilayah Indonesia.

Baca Juga

Utama 246604462837967907

Post a Comment

Comments
0 Comments

emo-but-icon

LIVE RADIO CBFM

item